<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6561610197013895937</id><updated>2011-04-21T18:12:27.582-07:00</updated><category term='pendapat berharga'/><title type='text'>AntarjemputAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://antarjemputan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antarjemputan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AntarjemputAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589356270049444753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkIllvWSmcg/SNi8g7kJYoI/AAAAAAAAAAQ/a1Y80Dd0PEk/S220/granmax.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6561610197013895937.post-4477293433137388781</id><published>2008-11-25T17:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T20:22:44.770-08:00</updated><title type='text'>Membeli Kenyamanan di Jalan</title><content type='html'>Mengapa Jakarta macet? Ada 1001 jawaban atas pertanyaan sederhana ini. Waktu ada tugas kantor ke Singapura, saya segera mengamati keadaan jalan di sana. Tak lupa sambil tanya sana sini. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian saya mulai berpikir, bisakah lalu lintas kita seperti di Singapura? Lancar, tertib dan tidak macet pastinya. Mungkin bisa, jika:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Kita sudah punya sistem transportasi yang nyaman, murah dan menjangkau semua wilayah. Itu saya rasakan ketika saya hendak mampir ke tempat yang cukup jauh dari hotel. Meski mesti ganti MRT (sejenis kereta bawah tanah atau KR kalau di Jakarta) dua kali, tapi tetap nyaman dan jelas. Selain itu, transportasi ini sangat nyaman. Dan orang2 muda di sana cenderung lebih memilih berdiri dan malu sendiri jika ada orang lebih tua berdiri sementara dia duduk. Saya juga merasa malu saat di shuttle bus, saat melihat orang lebih tua berdiri sementara saya duduk. Spontan saya memberikan kursi saya padanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;MRT di sana juga menuliskan peta rute perjalanan MRT itu di dinding bagian atas. Sehingga kita tidak perlu celingukan melihat papan petunjuk di stasiun kereta seperti yang saya alami kalau naik KRL di Jakarta. Selain itu ada suara pengumuman seperti di Busway kita. Jadi pendatang tidak akan salah turun jika bepergian sendiri atau pertama kali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain nyaman dan menjangkau semua wilayah, MRT sangat murah. Rata2 tarifnya 2,6 dolar Sing. Dan kartu sekali pakai itu kalau sudah sampai di stasiun tujuan, bisa langsung di-refund. Kita akan mendapat kembalian 1 dolar jika mengembalikan kartu itu. Jadi tarif sebenarnya hanya 1,6 dolar itu. Yang 1 dolar hanya jaminan untuk kartu, supaya kartu tidak dibuang, tidak kececer dan bisa dipakai lagi oleh penumpang lain. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Kita mengenakan tarif mahal untuk kepemilikan mobil. Bukan hanya pajak mobil, tapi penggunaan jalan juga dikenakan tarif. Mungin kalangan menengah akan berteriak jika ini diberlakukan di Jakarta. Tapi di Singapura, orang tidak berteriak, tapi memilih menggunakan mobil jika rame2 sekeluarga perginya. Sehingga jika dihitung biaya perjalanan memang lebih murah jika naik mobil. Tapi kalau cuma 1 orang saja, memang terlalu mahal. Nah, aturan di sana, jika melewati jalanan yang berpotensi macet, kita harus bayar. Dan jika kita melewati pada jam sibuk kita akan bayar lagi. Semuanya serba elektronik. Dan pada akhir bulan atau akhir tahun, semua akan tercatat dan ditagihkan ke pemilik mobil. Bayangkan, berapa besar biaya yang dikeluarkan jika punya mobil di Singaopura.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pernah naik taksi pada jam masuk kerja, dan biayanya mencapai 9,80 dolar. Tarif argo hanya 4, 50 dolar. Sedangkan sisanya untuk membayar pajak, tarif jalan ramai, tarif karena jalan pada jam sibuk. dan saya lupa satu lagi. Jadi biaya dan lain-lain lebih besar ketimbang bayar argonya. Sehingga kesimpulannya: MRT is the best. Jika di Jakarta diberlakukan ini, saya jamin, hanya manajer dan direktur yang melewati jalan-jalan utama kita. Kalangan menengah bawah pasti menyerbu MRT.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Kita punya pedestrian (trotoar) yang layak dan tidak dipakai jualan. Di Singapura semua pinggir jalan bisa dilewati dengan nyaman tanpa terganggu orang jualan. Kondisinya pun sangat nyaman buat dilewati. Sehingga kalau dari tempat kerja, jika mesti berjalan sepanjang 1 km pun akan terasa nyaman. Bahkan sebenarnya itu bikin jantung kita sehat jika setiap hari begitu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Kita punya budaya tertib dan menghormati peraturan. Semua terasa nyaman jika semua orang tertiba dan malu jika melanggar peraturan. Dan kuncinya tidak hanya polisi atau petugas. Tapi kita sendiri. Saya pernah melihat ada bule tak sadar langsung masuk ke taksi sementara yang lain lagi ngantri. Spontan orang2 yang ngantri teriak ke bule itu. Dan dia langsung turun dan minta maaf ke semua orang kemudian langsung berdiri mengambil antrian. Itu namanya kontrol sosial. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, sejauh ini, pemerintah malah menyodorkan solusi yang menurut saya tidak akan manjur. Yaitu dengan mengatur jam masuk sekolah menjadi lebih pagi. Itu sama saja dengan memindahkan koreng di lengan kiri ke lengan kanan: alias tidak menyelesaikan apa-apa. Karena sistem transportasi masal kita tidak membuat masyarakat lebih memilih naik kendaraan umum ketimbang naik mobil. Seperti saya saat ini, kepingin beli mobil karena ingin membeli kenyamanan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, pertanyaan saya selanjutnya, siapkah kita membuat Jakarta tidak macet lagi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6561610197013895937-4477293433137388781?l=antarjemputan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antarjemputan.blogspot.com/feeds/4477293433137388781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6561610197013895937&amp;postID=4477293433137388781' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/4477293433137388781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/4477293433137388781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antarjemputan.blogspot.com/2008/11/membeli-kenyamanan-di-jalan.html' title='Membeli Kenyamanan di Jalan'/><author><name>AntarjemputAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589356270049444753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkIllvWSmcg/SNi8g7kJYoI/AAAAAAAAAAQ/a1Y80Dd0PEk/S220/granmax.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6561610197013895937.post-3669261544257340043</id><published>2008-11-25T17:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T17:31:12.667-08:00</updated><title type='text'>Pertanyaan tentang Pajak</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya adalah seorang karyawan yang taat membayar pajak. Menurut saya, pengetahuan saya soal pajak masih belum seberapa. Apalagi penggunaannya. Saya ingat dengan promosi dari Direktorat Jendral Pajak yang tag-line nya berbunyi: lunasi pajaknya, awasi penggunaannya. Tapi sejauh ini, saya masih  merasa belum bisa mengawasi penggunaan pajak. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama, saya tidak tahu persis, berapa besar anggaran dari pusat untuk pemerintah daerah di tempat saya tinggal. Saya kebetulan tinggal di Depok. Dan saya tidak tahu menahu berapa biaya yang dikucurkan pemerintah yang notabene, entah sekian persennya berasal dari keringat saya selama lima hari dalam seminggu selama setahun penuh. Yang pasti, yang saya tahu, tiap tahun ada anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan ini itu. Misalnyaa saja yang saya tahu dari koran, 20 persen untuk pendidikan. Tapi apakah kemudian pendidikan di kota saya jadi gratis? apakah anak saya terbebas dari pembelian buku? Apakah anak saya bisa mendapatkan fasilitas lab komputer di sekolahnya? Atau adakah lapangan basket untuk menyalurkan hobby basketnya? Jawabannya: belum tentu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal, 20 persen dari anggaran itu besar sekali. Seandainya saja dalam 1 tahun anggaran Pemda misalnya taruhlah saja 500 milyar, berarti 100 milyar untuk pendidikan. Saya rasa uang sebesar itu sangat cukup untuk menambar infrastruktur sekolah dan juga untuk kesejahteraan guru. Setujukan anda dengan saya? Padahal setahu saya, anggaran Pemda bisa lebih dari 50o milyar pertahunnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tahu, ada pertanyaan yang muncul dalam benak anda: terus duit itu diapain aja? kenapa tidak berasa apa2 kecuali jaan makin rusak dan juga pendidikan makin mahal? Jawabannya ada padaa para pegawai negeri yang ada di pemerintahan. Mereka tahu pasti kemana larinya pajak yang anda bayarkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, saya diwajibkan bayar pajak. Jika tidak, saya babhkan bisa masuk penjara. Tapi pertanyaan saya kemudian, apakah saya bisa memenjarakan orang2 yang mengkorupsi pajak yang saya bayarkan? Tidak bisa. Hanya bisa mengawasi, dan melaporkan saja. Padahal dalam hal ini, saya percaya kita semua terlalu sibuk bekerja, ketimbang mengawasi para pegawai pemerintahan sibuk mengutak atik anggaran pemerintah agar semua kebagian "jatah korupsi". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, saya kira, KPK harus membuka sebanyak mungkin cabang di pemerintah daerah supaya bisa mengawasi pembelanjaan uang pajak yang saya bayar. Sebab Pemda adalah ujung tombak pendistribusian anggaran negara (alias pajak kita). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keempat, mungkin informasi ini akan bikin anda semua sakit hati. Para pegawai negeri itu mendapat gaji dari pemerintah (uang pajak kita). Ternyata mereka menghitungnya: mereka datang duduk tidak melakukan apa-apa itu dibayar dengan gaji mereka. Nah jika ada "proyek" yang kalau di kantor swasta itu memang bagian dari pekerjaan kita, ternyata mereka mendapat jatah lagi. Sehingga, jika nilai proyek itu 10 milyar, sebagian besar uang proyek itu akan menjadi "honorarium" mereka karena mengerjakan proyek itu. Tak hanya itu, mereka yang tidak mengerjakan, tapi namanya tercantum dalam proposal proyek itu, akan menerima amplop juga. Hitung saja, jia gaji mereka Rp 2 juta, dan ada 10 proyek yang mencantumkan namanya, kira2 uang tambahannya sekitar Rp 4 juta. Jadi take hope pay mereka 6 juta. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayangkan, jika jumlah Rp 4 juta itu dikalikan jumlah pegawai negeri di Indonesia. Maka hasilnya adalah: sakit hati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi Gusti Allah nggak tidur. Beliau tahu siapa yang uang beli susu anaknya halal atau tidak. beliau tahu, apakah darah yang mengalir dalam darah keturunan anak cucu pegawai negeri itu halal atau tidak. Jika KPK tidak mampu membawa mereka ke penjara, saya yakin malaikat yang akan melakukannya. Dan tentu saja "penjara" nya lebih mengerikan daripada penjara di Nusakambangan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Marilah para sahabat, kita hilangkan korupsi mulai dari diri kita sendiri. Itu yang sepertinya paling tepat saat ini. Dan kita dukung KPK supaya tetap bersih dan mampu membersihkan negara kita tercinta dari para koruptor. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6561610197013895937-3669261544257340043?l=antarjemputan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antarjemputan.blogspot.com/feeds/3669261544257340043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6561610197013895937&amp;postID=3669261544257340043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/3669261544257340043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/3669261544257340043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antarjemputan.blogspot.com/2008/11/pertanyaan-tentang-pajak.html' title='Pertanyaan tentang Pajak'/><author><name>AntarjemputAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589356270049444753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkIllvWSmcg/SNi8g7kJYoI/AAAAAAAAAAQ/a1Y80Dd0PEk/S220/granmax.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6561610197013895937.post-2476917515126216911</id><published>2008-09-25T22:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T23:11:59.283-07:00</updated><title type='text'>Mudik Itu Indah</title><content type='html'>Mudik itu Indah. Dari segi manapun kecuali dari segi transportasi. Saya selalu dibuat pusing tujuh keliling tiap kali mudik. Dulu saya masih mendapat kemudahan mendapatkan tiket kereta karena pekerjaan saya memungkinkan untuk itu. Nah sekarang ini, pekerjaan saya sudah tidak mungkin lagi membuat saya mendapatkan tiket mudik dengan mudah. Saya pesan biro travel juga tetap ditolak karena mereka tidak berani menerima order. Apalagi ada kabar bahwa ada seorang bapak yang antri di Gambir sejak pukul 9 malam, dan dia ada di urutan 5, mengamuk begitu pintu loket dibuka. Sebab begitu wajah si Mbak penjual tiket nongol, ternyata kabar buruk yang disampaikannya. Tiket habis!  Kaca pun pecah, dan perjuangan sekian belas jam hancur dalam 2 detik. Wah, saya langsung menciut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya memutuskan untuk mencari mobil sewaan plus seorang driver. Saya mencoba untuk memanfaatkan teman yang punya lebih dari 1 mobil dan tidak harus mudik. Akhirnya saya mendapatkannya. Kemudian masalah sopir. Kami mencari sopir yang ingin mudik dan tinggal tak jauh dari kota kami. Kami ingin barter. Sopir itu boleh bawa keluarganya. Sehingga saya mendapat sopir gratis, dan dia juga mendapat transportasi gratis. Sama-sama untung. Tapi sayangnya, sampai menjelang keberangkatan, sopir kantor yang saya tawari harus piket jadi tidak bisa mudik, dan satunya lagi istrinya tidak mau mudik ke Jawa Tengah dan lebih ingin berlebaran di Jakarta bersama keluarganya. Akhirnya, saya mendapat sopir dari kantor suami saya. Tapi dia minta dibayar, karena dia masih single. Yah, lumayan lah.. daripada nyetir sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari kisah kami, mungkin bisa anda manfaatkan jika ingin mudah murah dan mudah. Selamat berlibur Lebaran!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6561610197013895937-2476917515126216911?l=antarjemputan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antarjemputan.blogspot.com/feeds/2476917515126216911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6561610197013895937&amp;postID=2476917515126216911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/2476917515126216911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/2476917515126216911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antarjemputan.blogspot.com/2008/09/mudik-itu-indah.html' title='Mudik Itu Indah'/><author><name>AntarjemputAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589356270049444753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkIllvWSmcg/SNi8g7kJYoI/AAAAAAAAAAQ/a1Y80Dd0PEk/S220/granmax.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6561610197013895937.post-8183078964822598555</id><published>2008-09-22T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T23:56:27.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendapat berharga'/><title type='text'>AntarjemputAN</title><content type='html'>Saat ini dengan lokasi rumah yang ada di luar Jakarta, perkara transportasi yang murah, aman dan nyaman menjadi masalah utama. Saya sendiri mengalami hal itu ketika kami memutuskan untuk membeli rumah di Sawangan Depok. Sampai-sampai muncul khayalan: seandainya ada mobil antar jemput yang murah dan nyaman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik setelah kata-kata itu muncul di benak saya, tiba-tiba gelembung ide muncul di atas kepala saya: bagaimana jika saya dan suami buka usaha antar jemput? Wilayahnya tentu saja dimulai dari area tempat tinggal kami, sehingga secara pengurusan lebih mudah, hingga ke lokasi perkantoran di Jl. Jend Gatot Subroto, Jl. Jend Sudirman, dan juga JL. MH Thamrin? Jika anda berminat, hubungi saya. Dan saya juga menerima usulan harga yang harus dipatok, sehingga saya tidak merugikan konsumen, dan tidak merugikan bagi usaha kami. Feedback dari anda semua saya tunggu. Untuk lokasi diluar Sawangan, boleh juga memberi usulan.. Sehingga segera saya bisa memulai usaha ini untuk kemudahan kita bersama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana Chusdarmawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6561610197013895937-8183078964822598555?l=antarjemputan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://antarjemputan.blogspot.com/feeds/8183078964822598555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6561610197013895937&amp;postID=8183078964822598555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/8183078964822598555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6561610197013895937/posts/default/8183078964822598555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://antarjemputan.blogspot.com/2008/09/antarjemputan.html' title='AntarjemputAN'/><author><name>AntarjemputAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12589356270049444753</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/_nkIllvWSmcg/SNi8g7kJYoI/AAAAAAAAAAQ/a1Y80Dd0PEk/S220/granmax.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
